Postingan

Menampilkan postingan dengan label Andai Aku Kamu

Andai Aku Kamu (Ada Mentari di Balik Mendung)

Andai Aku Kamu “Ada Mentari di Balik Mendung” Deru deras suara rintihan air hujan yang mengiringi perasaan sedih ini. Perasaan ini seakan sudah mati karena mendengarkan kata-kata itu. Pasanganku memutuskan hubungan kami karena ia pikir, ia tidak akan bisa berhubungan denganku jika berjauhan. Terus menerus aku bertanya pada diri sendiri, “Apa salahku?”   Aku hanya bisa terdiam sambil menikmati rasa sakit di dadaku ini. Mungkin rasanya memang sangat sakit, aku berharap bisa mengurangi rasa sakit ini. Pagi ini, aku harus beranjak pergi ke Jogjakarta guna melanjutkan kuliah di sana. Aku berangkat seorang diri menggunakan taksi, orang tuaku tidak bisa mengantarku karena mereka sedang sibuk. Aku hanya bisa berharap Seyla bisa menemuiku setidaknya untuk mengucapkan selamat tinggal. Berjalanlah aku selepas sampai ke stasiun kereta. Aku melangkahkan kaki menuju ke peron dan menunggu kereta di sana. Harapanku ternyata tidak terwujud, rasa sakit masih menempel di dada. Terus men...

Andai Aku Kamu (Salah dianggap benar, benar dianggap salah)

Andai Aku Kamu “Salah dianggap benar, benar dianggap salah”  *** Senja bukanlah tanda akhir dari berhentinya matahari menyinari bumi, tapi senja adalah tanda munculnya sang pemantul cahaya yang akan menggantikan sang mentari. Kadang malam akan lebih mengerikan dibandingkan siang. Akan tetapi malam juga akan terlihat sangat indah dibandingkan siang. Teringat suatu kejadian saat itu, kejadian yang menimpa banyak pihak. Sampai terjadi perpecahan yang terjadi pada pertemanan di antara kami. Awalnya kami itu satu, kami bagai kuku dengan daging. Suatu ketika aku sedang mengasong dengan temanku di jalan raya. Kami duduk dipinggiran jalan seraya melihat-lihat. Aku mulai bertanya pada temanku. “Sep, kamu pikir yang kita lakukan ini salah atau tidak?” “Memang kenapa? Bukankah ini satu-satunya cara agar kita bisa lunasi tunggakan pembayaran?” “Iya sih. Tapi.. aku pikir mengasong itu salah.” “Kenapa?” “Kalau nggak salah, kenapa para pengasong ditangkap satpol pp?”...

Andai Aku Kamu (Bedakah Kita?)

Andai Aku Kamu "Bedakah Kita?" Tidak terlalu pintar, tidak terlalu tahu, dan tidak perah bisa berubah. Itulah sebutan-sebutan yang sering dilontarkan temanku kepadaku. Mereka tidak tahu kala sebenarnya, aku sudah berusaha. Aku berusaha untuk berubah. Mungkin hanya Lia yang mengerti keadaanku sekarang. Sering kali aku putus asa dan saat itu pula Lia mencoba menenangkanku. Dia terus membantuku untuk berubah. Aku ingin membuktikan kepada teman-temanku kalau aku ini bukannya tidak pintar, tapi belum pintar. Yah.. Belum. Pagi itu sekolah mengadakan upcara bendera. Aku sudah siap sebelum teman-temanku berada di lapangan ini. Ak u menunggu di belakang. Beberapa saat kemudian, anak-anak sekolah semuanya mulai berdatangan. Aku mulai berjalan dan berdiri di barisan paling belakang. Saat mereka melihatku di belakang, Amir menarik bajuku yang membuat aku terbanting ke bawah. "Udah berani di belakang ya? Sana maju." Ucapnya dengan nada teriak Aku berjalan ke...